Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Kaltim
Selasa, 17 Februari 2015

Petugas BNNK Jadi Irup di SMKN 9 dan SMAN 6



MENINGKATNYA angka penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, menjadi prioritas utama dalam upaya pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN). Secara rutin dan sistematis, jajaran anti-narkoba ini menyambangi sekolah-sekolah untuk menyampaikan informasi tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Senin (16/2) lalu, BNNK Samarinda mendatangi dua sekolah. Yakni SMKN 9 dan SMAN 16. Di kedua sekolah itu, perwakilan BNNK menjadi Inspektur Upacara (Irup) dalam apel bendera. Masing-masing Kasi Pemberantasan Kompol Risnoto yang bertugas di SMKN 9, dan Kasi Pencegahan Sucipto.
Dalam pidatonya, BNNK mengingatkan pentingnya para pelajar untuk fokus pada tugas utama. Agar tak mudah terpengaruh dengan hal-hal buruk dalam lingkungannya. Untuk itu pemahaman tentang narkotika dianggap perlu dikuasai, agar para pelajar tahu dan bisa waspada terhadap pengaruh bahan-bahan adiktif berbahaya tersebut.
Selain itu, para guru pun diminta memberikan pengawasan ekstra terhadap anak didiknya. Lazimnya pengguna narkoba memiliki ciri khusus dalam perilaku sehari-harinya. Dalam hal ini, kepekaan seorang pendidik dalam membaca perubahan sikap dan menurunnya prestasi belajar sangat diperlukan. Oleh sebab itu, keterbukaan komunikasi adalah hal yang mutlak diperlukan ketika mendapati adanya perubahan sikap dari yang bersangkutan.
Dengan komunikasi yang terjalin baik antara pengajar dan murid, setiap permasalahan bisa dibicarakan untuk mencari solusinya. Hal ini sangat penting untuk mengarahkan labilnya psikologis remaja ketika menghadapi sebuah permasalahan, agar tidak mudah terjebak dalam pengaruh negatif dari luar.
Sementara itu, Sucipto yang bertugas di SMAN 6 mengapresiasi pihak sekolah dalam menjalankan program terkait masalah narkoba. Ia menilai, sejauh ini upaya yang dilakukan pihak sekolah cukup efektif untuk melindungi pelajarnya dari penyalahgunaan narkotika. “Sejauh yang saya lihat, program pembinaan siswa di SMAN 6 ini cukup baik, itu harus terus dipertahankan,” ujar Sucipto.
Tentu saja manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah, para remaja memperoleh informasi yang benar tentang narkoba. Dengan pengetahuan yang diperolehnya itu, para pelajar bisa melindungi diri sendiri agar tidak mudah terikut arus pergaulan yang salah, terutama dalam hal penyalahgunaan narkotika. (rz/adv/lee)

Edisi Sapos
  • Minggu, 19 April 2015
Search
Advertorial News
2 Hotel Murah Dengan Fasilitas Terbaik di Palembang

Saatnya berlibur bukan berarti waktunya menguras dompet sampai habis-habisan. Ketika…

Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.