Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Utama
Rabu, 14 Mei 2014

Mustahil Rampung 2015

Pelebaran Segmen Juanda Dipertanyakan

SAMARINDA. Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Saiful ragu terhadap keseriusan Pemkot untuk membangun Jalan Layang (Flyover) Air Hitam di Samarinda Ulu. Terutama terkait target penyelesaian proyek senilai Rp 125 miliar, yang pemenang tendernya baru diumumkan beberapa hari belakangan.
Ketua DPC Partai Hanura Kota Samarinda itu menyebut flyover memang menjadi objek penting untuk mengatasi kemacetan di kota ini. Bahkan tidak hanya Pemkot, DPRD Kota Samarinda juga terus mendorong agar flyover tersebut segera direalisasikan sejak awal. Berikut menganggarkannya dalam APBD. Namun Saiful mengaku ragu jika Pemkot bisa menyelesaikan proyek itu akhir 2015 mendatang, sebagaimana yang disampaikan Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang belum lama ini.
“Target sih memang boleh saja. Tapi harus yang wajar. Karena sangat mustahil kalau proyek sebesar Flyover Air Hitam itu bisa selesai akhir 2015. Padahal, pengerjaannya tidak  mudah sehingga membutuhkan waktu panjang,” ujar Saiful kepada Sapos, kemarin.
Keraguan tersebut bukan tanpa alasan. Belajar dari sejumlah daerah, pembangunan flyover memakan waktu yang cukup lama. Salah satunya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).
“Di sana (Banjarmasin, Red) proyeknya sudah berjalan dua tahun lebih tapi belum jelas kapan selesai. Begitu pula di sejumlah kota lainnya. Jadi sekali lagi, tidak mungkin bisa selesai 2015,” tegas Saiful.
Apalagi, lanjut dia, pengerjaan justru diserahkan ke PT Wijaya Karya (Wika) yang sebelumnya menjadi pemenang tender atas pengerjaan paket I berupa pelebaran badan jalan. Namun yang dikerjakan justru hanya pada segmen Jalan AW Sjahranie. Sedangkan untuk segmen Jalan Ir H Juanda belum tersentuh sama sekali dengan alasan karena masih terganjal permasalahan sosial.
“Tapi kami di Komisi III juga berencana menjadwalkan pemanggilan terhadap DBMP (Dinas Bina Marga dan Pengairan, Red) dalam waktu dekat untuk menanyakan masalah pelebaran jalan itu. Alasannya apa sehingga sampai sekarang hanya Jalan AW Sjahranie yang dibebaskan,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala DBMP Samarinda Akhmad Maulana mengakui jika sudah ada pemenang tender atas proyek konstruksi Flyover Air Hitam. Diperkirakan pada akhir Mei mendatang, sudah bisa dimulai dengan pengerjaan fisik. Sementara untuk pelebaran di segmen Jalan Ir H Juanda, kata Maulana, bisa dilakukan sambil berjalan.
“Sistem pengerjaannya secara simultan. Tidak bisa menunggu sampai beres semua permasalahan sosialnya. Kalau tunggu beres, maka tidak akan dikerjakan. Yang jelas, kita minta langsung dikerjakan begitu ada SPK (Surat Perintah Kerja, Red)-nya,” tegas Maulana. (yes/lee)

Edisi Sapos
  • Senin, 26 Januari 2015
Search
Advertorial News
3 Hotel Murah Dekat Stasiun Bogor

Semakin merajalelanya teknologi internet membawa banyak perubahan dalam kehidupan…

Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.