SAMARINDA. Kebakaran pertama Ramadan tahun ini terjadi Selasa (31/7), sekitar pukul 17. 15 Wita kemarin. Dua rumah di lingkungan Jl AW Sjahranie, Gang 1 RT 37, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, ludes dilalap api.
Kebakaran tersebut menggegerkan warga dan mengakibatkan arus lalu lintas di sepanjang Jl AW Sjahranie macet total. Maklum saja, api berkobar saat kebanyakan warga tengah mempersiapkan waktu berbuka yang sudah dekat.
Dua rumah yang terbakar diketahu milik Jahri Gozali dan Sukoeni. Menurut warga sekitar, kobaran api pertama terlihat dari kediaman Jahri. Saat kejadian di rumah kayu tersebut ada seorang anak perempuan Jahri, bernama Mariyam.
Sementara penghuni rumah lainnya sedang berpergian, untuk berjualan di pasar malam. Selain menghanguskan rumah, dua motor juga ikut ludes jadi arang. Sementara kerugian akibat kebakaran belum bisa ditaksir.
Menurut Lulu, istri Sukoeni, saat kejadian dia sedang berbaring di kamar usai salat Ashar. Tiba-tiba saja tercium bau asap menyengat.
"Saya lalu keluar dan mencari asal bau asap. Tidak lama kemudian saya mendengar ada teriakan api dan saya bergegas keluar rumah," ujar Lulu saat ditemui Sapos sambil memegangi perutnya yang tengah hamil tua.
Ketika di luar rumah itulah Lulu melihat api berkobar di rumah Jahri, yang berada persis di samping kediamannya. Lulu kembali ke rumah untuk mengambil barang berharga dan membangunkan Sukoeni.
"Saat itu saya sedang tidur dan dibangunkan istri saya (Lulu, Red). Begitu tahu ada api, saya pun membawa anak istri saya keluar mencari tempat aman," tutur Sukoeni menambahkan.
Sementara warga lain sibuk memadamkan api dengan peralatan seadanya, sambil menunggu Pasukan Mencegah Kebakaran (PMK) tiba. Warga menggunakan wadah plastik, seperti ember dan baskom untuk mengangkut air guna menyiramkan ke kobaran api.
Sayangnya cuaca sedang tak bersahabat, angin bertiup kencang dan matahari terik mesti sudah sore membuat api makin membesar. Hanya hitungan menit rumah Jahri beserta isinya sudah ludes. Api juga merembet ke kediaman Sukoeni yang sekaligus dijadikan bengkel tersebut.
Melihat kejadian tersebut, Sukoeni pun menjadi panik mengeluarkan mobil-mobil yang ada di gudang bengkel di samping rumahnya. Dengan dibantu warga, mobil yang umumnya tidak bisa dihidupkan karena sedang diperbaiki didorong ke tempat aman.
Tak lama mobil pemadam tiba dan langsung menyemprotkan selang berisi air ke kobaran api. Sekitar setengah jam kemudian api pun berhasil dijinakkan.
"Sementara kami belum bisa memastikan penyebab terjadinya kebakaran. Kami masih menghimpun keterangan saksi di sekitar tempat kejadian. Ada beberapa warga sekitar yang kami panggil untuk diminta keterangan, guna menyelidiki kebakaran tersebut," kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arief Prapto S, melalui Kapolsekta Samarinda Ulu Kompol Kelana Jaya SIK kepada Sapos. (rin/upi)